Waduk Riam Kanan

Wisata Waduk Riam Kanan

Kemolekan wajah Nusantara di Kalimantan selatan. Tepatnya di Desa Aranio Kabupaten Banjar di Waduk Riam Kanan.

Dari Banjarmasin ke kota Banjarbaru menuju desa Aranio sekitar 25 kilometer.

Bukit-bukit terjal di kiri kanan jalan menambah cantik pemandangan. Hamparan sawah yang menghijau serta perkampungan penduduk desa yang terlihat bersahaja semakin memanjakan mata yang bosan dengan kehidupan perkotaan.Sesekali menemui jalanan sepi yang meliuk-liuk di bawah pepohonan di pinggir jalan. Sungguh sensasi dan nikmat

Tiba di Riam Kanan kami harus membayar uang masuk .Sangat murah bila dibanding dengan apa yang akan didapatkan  nantinya. disekitar tempat parkir kendaraan, apat ditemui  tempat penjualan ikan hasil budidaya masyarakat sekitar. Di Banjarmasin ikan puyau dijual dengan harga dua kali lipat dengan harga disini . Benar-benar murah dan jauh lebih segar.

Pelabuhan / dermaga yang disana banyak ditemui kapal (klotok) berukuran sedang.Dengan klotok itulah mereka akan menikmati pesona Riam Kanan. Harga sewa yang harus kami bayar adalah Rp 100 ribu. untuk  tujuan  Pulau Pinus kedua (lebih jauh dari Pulau Pinus pertama).

Saat diatas klotok melaju itulah pesona Riam Kanan benar-benar eksotis. Hamparan air waduk yang menghijau, perbukitan yang asri, langit yang membiru serta puluhan rumah terapung adalah paket yang ditawarkan Riam Kanan yang bisa dilihat dari dalam klotok.

Sesekali sampan kecil bermesin terlihat melaju diatas luasnya waduk Riam Kanan.Biasanya mereka membawa ikan hasil tangkapan untuk dijual ke pasar. Betapa nikmatnya kehidupan mereka, karena tinggal di tempat yang masih sangat alami.

perjalanan sekitar 30 menit menuju Pulau Pinus kedua . Menjelajah tiap sudut menarik yang ada disana. Jembatan panjang yang membelah waduk adalah salah satu objek yang berhasil menarik perhatian .Objek menarik lainnya adalah rimbunnya ratusan pohon pinus yang menjulang tinggi di tengah waduk.

One Response to “Waduk Riam Kanan”

  1. Bakri Says:

    Kami mengharapkan agar pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian alam,dalam hal ini agar ikan-ikan tidak disetrum ataupun di rempa(jaring menggunakan prahu kecil) dengan alasan mencari nafkah. karena dengan itu akan menghabiskan bibit-bibit yang akhirnya pemancingan sepi,pada gilirannya perahu yg tiap hari mengantar orang mancing tdk dapat nafkah gara-gara pemanncingan sepi karena disetrum maupun rempa. Kesadaran masyarakat yang diberi penyuluhan-penyuluhan tentu akan berbeda dengan masyarakat yang dibiarkan bebas. Dulu sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu pemancingan ramai,sekarang jauh berbeda. Karena itu kami berharap agar benar-benar diperhatikan dengan cara ; 1. Masyarakat melaporkan apabila ada melihat orang yg merempa/menyetrum.
    2. Pelapor diberi hadiah dan dilindungi identitasnya,dijamin keamanannya, bila benar terjadi penyetruman/pe rempaan. 3. Pelanggar diberi sangsi efek jera.
    Alasan diberi hadiah ; 1. Pelapor menggunakan ongkos untuk melapor. 2. Jaraknya jauh memerlukan waktu dan tenaga.
    Terimakasih atas respon positifnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: